axis…keren

May 3rd, 2008 by harryfakri

axis…keren, walaupun katanya sih dibilang kartu setan. tapi itu mah buat orang-orang yang sirik karena axis lebih keren. Kenapa keren? Karena 100 mb free internetan alias selama sebulan kita dimanja untuk main internetan di hp atau di pc dengan gratis. Udah gitu setingannya guampang banget, tinggal telp minta dikirim settingan gprs, ntar mbak-mbak yang suaranya merdu bakal ngasih sms ke hp kamu, ya udah tinggal pake. Harry aja pake p990i udh “cangkeul” pake stylus buat ngenet.

QC tour ke curug Cijalu

March 23rd, 2007 by harryfakri

foto-foto anak-anak QC ke Cijalu, Purwakarta …….

Rame banget….Wisata_qc_ke_curug QC PTTJ 2006

kimia 36 ipb arisan euy

March 23rd, 2007 by harryfakri

kimia 36 ipb mau ngadain lagi arisan, begitulah berita yang hry dengar eh baca dari mailist kimia36, bagus banget picrure iklannya, tapi hry gak tahu itu buatan siapa…yang pasti buatan teman- teman hry .nih picturenya….

New_arisan_8

KONTROVERSI DANAU CIBEUREUM

March 17th, 2007 by harryfakri

Peta_garutSebenarnya penemuan Danau Cibeureum tidak lepas dari jasa LSM Kemali di Samarang Garut, ketika mmencari lokasi hutan yang rusak, mereka (Yusep Ahmad Ihsan dan Tedy) tanpa sengaja menemukan danau dengan debit yang sangat besar, bahkan dipercaya sebagai mata air yang mengaliri sungai cimanuk. Penemuan yang segera ditindaklanjuti oleh Camat setempat Pak Aang. Tapi sayang tidak ada satu media pun yang menceritakan awal mula penemuan danau Cibeureum, yang disebabkan oleh pencarian hutan yang rusak.

Danau Cibeureum Garut, Menelusuri Danau yang Hilang

Hanya 1 pesan dalam topik - lihat dalam bentuk outline
Dari: Hangtuah Digital Library - lihat profil
Tanggal: Jum 17 Nov 2006 11:16
Email: "Hangtuah Digital Library" <h@hangtuah.or.id>
Grup: alt.soc.indonesia.mature, soc.culture.indonesia, cu.indonesia, alt.culture.indonesia, alt.sci.tech.indonesian
Tindakan lanjutan-Pada: alt.soc.indonesia.mature, soc.culture.indonesia, cu.indonesia, alt.culture.indonesia, alt.sci.tech.indonesian
Belum diberi peringkat

Nilai:

 
tampilkan opsi
Pelesiran
Danau Cibeureum Garut, Menelusuri Danau yang Hilang

Kekayaan dan keragaman tempat pariwisata di Garut kini bertambah lagi
menyusul ditemukannya sebuah danau di Kampung Legok Pulus, Blok
Cibeureum, Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang. Letaknya berbatasan
dengan Desa Tanjung Karya. Danau tersebut terdiri dari tiga traf.  Yang
pertama seluas 1,5 hektare, kedua dua hektare dan ketiga seluas 1,5
hektare. Danau yang diperkirakan totalnya mencapai lima hektare berada
di antara kaki Gunung Guntur dan Gunung Masigit yang masih satu kawasan
dengan pusat Pembangkitan Listrik Tenaga Gas (PLTG) Kamojang.

Untuk memudahkan masyarakat mengingat danau itu, danau tersebut diberi
nama Danau Cibeureum. Untuk mencapainya, dari pusat kota Garut,
jaraknya sekitar 20 km ke arah ibu kota Kecamatan Samarang. Jarak itu
bisa ditempuh sekitar 45 menit hingga satu jam dari Kota Garut. Kondisi
jalan ke sana cukup bagus, karena merupakan jalur lalu lintas menuju
PLTG Kamojang dan tempat peristirahatan Kampung Sampireun. Untuk sampai
di sana, kita bisa menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat.

Pengendara mobil hanya bisa sampai pada ‘Gudang Perhutani’ dan
selanjutnya perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh satu km.
Jalan yang dilalui terjal, naik turun dan penuh alang-alang. Sedangkan
para pengendara sepeda motor bisa sampai ke ‘Kebon Kol’. Dari ‘Kebon
Kol’ perjalanan juga dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 570 meter.

Proses penemuan danau itu sendiri cukup unik, bahkan tanpa disengaja.
Pada 26 Maret 2003, Camat Samarang Drs Anang Sumarna, Kepala Desa
Sukakarya Asep Hamdani dan sesepuh warga setempat Empud (55 tahun)
melakukan penulusuran aliran air di dua sungai kecil. Yaitu Sungai
Cibeureum dan Sungai Lebak Bulus. Penelesuran itu dimaksudkan untuk
mengetahui sumber air kedua sungai yang menjadi tumpuan sebagian besar
warga Kecamatan Samarang. ”Kami ingin tahu dari mana sumber air yang
selama ini menghidupi kami. Selama ini, belum ada seorang pun yang tahu
dari mana asal-muasal air itu,” jelas Anang.

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa sumer air itu terdapat di balik
rimbunnya pohon kaso dan saliara. ”Kita sebenarnya tidak menyangka
tanaman kaso dan saliara itu justru tumbuh di atas danau yang memang
sudah tertutup tanaman tersebut,” jelas Asep Hamdani, saat mengantar
Republika ke lokasi itu, pekan lalu. Setelah lama diperhatikan, lanjut
Asep, mereka mencurigai tumbuhnya pohon kaso dan saliara yang subur
itu. Pasalnya, kata dia, tumbuhan itu seperti tumbuh di atas air. Untuk
membuktikan kecurigaannya itu, warga yang ikut menelusuri langsung
membabat kedua pohon itu. Hasilnya, ditemukan sebuah danau yang telah
tertimbun ribuan bahkan jutaan kedua pohon itu.

”Saat itu kita betul-betul terpana, antara percaya dan tidak. Tapi
inilah hikmah yang harus kami terima dengan rasa syukur,” sambung
Anang yang memimpin proses penelusuran itu. Kepastian adanya danau itu
semakin jelas ketika pihak Kecamatan Samarang mengadakan perkemahan dan
bakti sosial yang dimulai bulan April lalu yang melibatkan sekitar 600
orang pecinta alam dari beberapa wilayah di Garut. Selama tiga hari,
mereka melakukan pembabatan di sana dan menjelmalah sebuah dana indah,
di tengah hutan belantara.

”Setelah dilakukan perkemahan massal itu, lalu kami mencanangkan
setiap Jum’at, Sabtu dan Minggu dilakukan kerja bakti di lokasi dengan
melibatkan warga yang bersedia ikut,” kata Anang. Ternyata, banyak
warga yang terlibat karena mereka ingin segera danau itu dibuka.

Rencananya kawasan danau tersebut akan dijadikan objek wisata alam,
tempat penelitian berbagai jenis flora dan fauna. Bahkan menurut
pengakuan Asep, saat peserta perkemahan membersihkan danau, ditemukan
berbagai fosil hewan seperti harimau dan babi hutan berukuran  sebesar
sapi dewasa. ”Aneh kan, di tempat tersebut masih ada harimau dan babi
hutan yang besarnya seperti sapi dewasa,” jelas Asep dengan nada
seolah tidak percaya.

Namun, untuk memunculkan kembali Danau Cibeureum itu, di lokasi
tersebut harus segera dibangun bendungan. Konon, pembuatan bendungan
itu tidak akan memakan biaya mahal. Pasalnya, kondisi danau ini cukup
unik karena bentuknya yang mengerucut. Hal ini memudahkan proses
pembendungan. Namun temuan itu pun memunculkan masalah. Pasalnya,
lokasi danau itu berada di atas lahan milik PT Perhutani dan BKSDA.
Untuk itu, pihak kecamatan dan desa berharap agar bupati dan DPRD dapat
meminta agar kedua instansi itu bersedia bekerja sama menjadikan
kawasan itu sebagai lokasi wisata.

Dikatakan Anang, untuk ke depannya Danau Cibeurem bisa dijadikan
camping ground, wisata rimba, tempat pendidikan bagi calon pengelola
hutan dan menjadi laboratorium alam. Namun, urainya, semua rencana itu
akan berjalan lancar, jika seluruh instansi yang berwenang ikut
bersama-sama memajukan dan mensosialisasikan keberadaan Danau Cibeurem.
”Ini proyek yang harus dipikirkan bersama, dan harus berpegang pada
rencana bersama pula,” paparnya.

Salah seorang sesepuh warga,  Empud (55), yang turut-serta menelusuri
sumber mata air itu, mengatakan, danau itu  dinamakan Danau Cibeureum
karena berada di Blok Cibuereum. Ia pun bercerita, di masa lalu, ia
mendengar kisah dari para orang tua bahwa di kawasan tersebut digunakan
sebagai tempat peristirahatan tuan-tuan Belanda. Bahkan, konon, juga
dijadikan sebagai benteng pertahanannya.

Menanggapi temuan tersebut, Bupati Garut Drs H Dede Satibi mengatakan,
akan melakukan peninjauan segera. ”Sekarang saya hanya baru bisa
mengatakan, di sana bisa dibangun sarana parawisata rimba. Tapi kan itu
belum tentu, karena saya sendiri belum ke sana,” ungkapnya. Jadi,
segeralah ke sana Pak Bupati…

(n edi purnawadi)
Sabtu, 21 Juni 2003
© 2006 Hak Cipta oleh Republika Online

Sebenarnya penemuan Danau Cibeureum tidak lepas dari jasa LSM Kemali di Samarang Garut, ketika mmencari lokasi hutan yang rusak, mereka (Yusep Ahmad Ihsan dan Tedy)

babaturan kuring di bhazzrenk

March 17th, 2007 by harryfakri

……………………………..BHAZZRENK……………….

Harita inget keneh keur sakola di SMUN 1 tarogong nu di jalan merdeka, kuring sabatur-batur nyieun paguyuban nagog.Ku si Ehon dibere ngaran Bhazzrenk, teuing kumaha da manehna mah jagoan mun nyieun ngaran, ngalalandian batur.

Mun aya nu inget keneh kumaha tingkah laku barudak bhazzrenk, kadang sok hayang seuri…jeung sigana mah hese neangan deui kajadian-kajadian nu sarupa.

nyambung nya…sok atuh komentaran euy!!

where are you??

March 16th, 2007 by harryfakri

F254 di manakah hutan kita yang hijau??

di manakah pelindung lingkungan kita??

di manakah penyejuk udara kita??

di manakah aku akan bisa terbebas dari polusi……

MARI KITA JAGA HUTAN KITA……..

sholat 1

March 15th, 2007 by harryfakri

Berikut catatan tentang sholat…Biar kita2 tidak TAKLID…

Diambil dari..http://id.wikipedia.org/wiki/Shalat_Lima_Waktu

Shalat Lima Waktu adalah shalat fardhu (shalat wajib) yang dilaksanakan lima kali sehari. Hukum shalat ini adalah Fardhu ‘Ain, yakni wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang telah menginjak usia dewasa (pubertas), kecuali berhalangan karena sebab tertentu.

Shalat Lima Waktu merupakan salah satu dari lima Rukun Islam. Allah menurunkan perintah sholat ketika peristiwa Isra’ Mi’raj.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Jenis shalat

Kelima shalat lima waktu tersebut adalah:

  1. Shubuh, terdiri dari 2 raka’at. Waktu Shubuh diawali dari munculnya fajar shaddiq, yakni cahaya putih yang melintang di ufuk timur. Waktu shubuh berakhir ketika terbitnya matahari.
  2. Zhuhur, terdiri dari 4 raka’at. Waktu Zhuhur diawali jika matahari telah tergelincir (condong) ke arah barat, dan berakhir ketika masuk waktu Ashar.
  3. Ashar, terdiri dari 4 raka’at. Waktu Ashar diawali jika panjang bayang-bayang benda melebihi panjang benda itu sendiri. Khusus untuk madzab Imam Hanafi, waktu Ahsar dimulai jika panjang bayang-bayang benda dua kali melebihi panjang benda itu sendiri. Waktu Ashar berakhir dengan terbenamnya matahari.
  4. Maghrib, terdiri dari 3 raka’at. Waktu Maghrib diawali dengan terbenamnya matahari, dan berakhir dengan masuknya waktu Isya’.
  5. Isya’, terdiri dari 4 raka’at. Waktu Isya’ diawali dengan hilangnya cahaya merah (syafaq) di langit barat, dan berakhir hingga terbitnya fajar shaddiq keesokan harinya. Menurut Imam Syi’ah, Shalat Isya’ boleh dilakukan setelah mengerjakan Shalat Maghrib.

Khusus pada hari Jum’at, Muslim laki-laki wajib melaksanakan Shalat Jum’at di masjid secara berjamaah (bersama-sama) sebagai pengganti Shalat Zhuhur. Shalat Jum’at tidak wajib dilakukan oleh perempuan, atau bagi mereka yang sedang dalam perjalanan (musafir).

Berdasarkan hadist, dari Abdullah bin Umar ra, Nabi Muhammad bersabda: Waktu shalat Zhuhur jika matahari telah tergelincir, dan dalam keadaan bayangan dari seseorang sama panjangnya selama belum masuk waktu Ashar. Dan waktu Ashar hingga matahari belum berwarna kuning (terbenam). Dan waktu shalat Maghrib selama belum terbenam mega merah. Dan waktu shalat Isya’ hingga pertengahan malam bagian separuhnya. Waktu shalat Subuh dari terbit fajar hingga sebelum terbit matahari. (Shahih Muslim)

[sunting] Waktu shalat

Waktu shalat relatif terhadap peredaran semu matahari

Waktu shalat relatif terhadap peredaran semu matahari

Waktu shalat dari hari ke hari, dan antara tempat satu dan lainnya bervariasi. Waktu shalat sangat berkaitan dengan peristiwa peredaran semu matahari relatif terhadap bumi. Pada dasarnya, untuk menentukan waktu sholat, diperlukan letak geografis, waktu (tanggal), dan ketinggian.

[sunting] Syuruq

Syuruq adalah terbitnya matahari. Waktu syuruq menandakan berakhirnya waktu Shubuh. Waktu terbit matahari dapat dilihat pada almanak astronomi atau dihitung dengan menggunakan algoritma tertentu.

[sunting] Zhuhur

Waktu istiwa’ (zawaal) terjadi ketika matahari berada di titik tertinggi. Istiwa’ juga dikenal dengan sebutan "tengah hari" (Bahasa Inggris: midday/noon). Pada saat istiwa’, mengerjakan ibadah shalat (baik wajib maupun sunnah) adalah haram. Waktu zhuhur tiba sesaat setelah istiwa’, yakni ketika matahari telah condong ke arah barat. Waktu "tengah hari" dapat dilihat pada almanak astronomi atau dihitung dengan menggunakan algoritma tertentu.

Secara astronomis, waktu Zhuhur dimulai ketika tepi "piringan" matahari telah keluar dari garis zenith, yakni garis yang menghubungkan antara pengamat dengan pusat letak matahari ketika berada di titik tertinggi (istiwa’). Secara teoretis, antara istiwa’ dengan masuknya zhuhur membutuhkan waktu 2,5 menit, dan untuk faktor keamanan, biasanya pada jadwal shalat, waktu zhuhur adalah 5 menit setelah istiwa’.

[sunting] Ashar

Menurut mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hambali, waktu Ashar diawali jika panjang bayang-bayang benda melebihi panjang benda itu sendiri. Sementara madzab Imam Hanafi mendefinisikan waktu Ahsar jika panjang bayang-bayang benda dua kali melebihi panjang benda itu sendiri. Waktu Ashar dapat dihitung dengan algoritma tertentu yang menggunakan trigonometri tiga dimensi.

[sunting] Maghrib

Waktu Maghrib diawali ketika terbenamnya matahari. Terbenam matahari di sini berarti seluruh "piringan" matahari telah "masuk" di bawah horizon (cakrawala).

[sunting] Isya dan Shubuh

Waktu Isya didefinisikan dengan ketika hilangnya cahaya merah (syafaq) di langit, hingga terbitnya fajar shaddiq. Sedangkan waktu Shubuh diawali ketika terbitnya fajar shaddiq, hingga sesaat sebelum terbitnya matahari (syuruq).

Perlu diketahui, bahwa sesaat setelah matahari terbenam, langit kita tidak langsung gelap, karena bumi kita memiliki atmosfer sehingga meskipun matahari berada di bawah horizon (ufuk barat), masih ada cahaya matahari yang direfraksikan di langit.

Dari sisi astronomis, cahaya di langit yang terdapat sebelum terbitnya matahari dan setelah terbenamnya matahari dinamakan twilight, yang secara literal artinya "cahaya diantara dua", yakni antara siang dan malam. Dalam Bahasa Arab, "twilight" disebut syafaq. Secara astronomis, terdapat tiga definisi twilight:

  • Twilight Sipil, yakni ketika matahari berada 6° di bawah horizon
  • Twilight Nautikal, yakni ketika matahari berada 12° di bawah horizon
  • Twilight Astronomis, yakni ketika matahari berada 18° di bawah horizon

Astronom menganggap "Twilight Astronomis Petang" menandakan dimulainya malam hari; namun definisi ini adalah untuk keperluan praktis saja.

Secara astronomis, waktu Shubuh merupakan kebalikan dari waktu Isya’. Menjelang pagi hari, fajar ditandai dengan adanya cahaya yang menjulang tinggi (vertikal) di ufuk timur; Ini dinamakan "fajar kadzib". Cahaya tersebut kemudian menyebar di cakrawala (secara horizontal), dan ini dinamakan "fajar shaddiq".

Bagi penentuan jadwal waktu shalat (yakni munculnya "fajar shaddiq" dan hilangnya syafaq di petang hari), terdapat variasi penentuan sudut "twilight" oleh berbagai organisasi. Banyak diantara umat Islam menggunakan Twilight Astronomis (yakni ketika matahari berada 18° di bawah horizon) sebagai waktu fajar shaddiq. Sebagian yang lain menetapkan kriteria fajar shaddiq atau syafaq terjadi ketika matahari berada 17°, 19°, 20°, dan bahkan 21°. Sebagian yang lain bahkan menggunakan kriteria penambahan 90 menit, 75 menit, atau 60 menit.

Sebuah penelitian dan observasi di berbagai tempat di dunia menunjukkan bahwa penentuan sudut twilight tertentu ternyata tidak valid (tidak bisa berlaku) untuk seluruh tempat di bumi ini terhadap peristiwa fajar shaddiq dan hilangnya syafaq [1]. Peristiwa tersebut merupakan fungsi dari letak lintang dan musim yang bervariasi di tempat satu dan lainnya.

[sunting] Imsak

Ketika menjalankan ibadah puasa, waktu Shubuh menandakan dimulainya ibadah puasa. Untuk faktor "keamanan", ditetapkan waktu Imsak, yang umumnya 5-10 menit menjelang waktu Shubuh

Bersambung..teman!!

kerja-kerja

March 15th, 2007 by harryfakri

ayo kita kerjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!

Teman-teman yang dari garut, kapan urang teh ketemu lagi…

kalo ada yang main ke karawang kunjungi sayah nya!!!

kerjaan baru

March 3rd, 2007 by harryfakri

Alhamdulillah muali tgl 26 feb 07, saya bekerja di bagian yang jadi cita-cita saya, yaitu jadi tukang analisis sampel dan jaga lab.

Lumayan seru juga jadi tukang lab ya…meski baru seminggu dan dalam masa training tapi saya benar-benar menghayati pekerjaan saya, gimanapun juga saya kan orang kimia dan 5 tahun dibesarkan di lab.

Buat teman yang masih kuliah, rajin-rajinlah praktek unruk meningkatkan skill.Di dunia kerja, skill itu benar-benar dibutuhkan.

my first blog

September 22nd, 2006 by harryfakri

Ini adalah blog pertama Harry Ahmad Fakri, berikut data-data terbaru harryfakri

Alamat rumah : Bekasi Timur (klo mau ke rumah telp aja ke no hp)

No HP     : 08129589XXX

Kerja di : PT technopia Jakarta (bikin domestos nomos) di bagian QA

Alumni dari : SDN Pasanggrahan 1 Sukawening Garut, Smpn1 Garut, SMUN 1 Tarogong Garut(lulus taon 1999), Chemistry IPB angkatan 36